Hello World from Bonbon

Hello World, meet Bonbon. Bonbon hanyalah nama panggilan untukku. Aku hanyalah gadis biasa yang ingin sekali menuliskan hal yang aku rasakan karena dengan menulis aku merasakan tidak butuh orang lain walau hanya sebentar. Aku memang suka bergaul tetapi aku kurang suka untuk bercerita karena aku merasa dengan bercerita itu adalah awal jatuhnya seseorang.

Loh penyataan apa itu? Bukannya dengan bercerita orang bisa saling menghargai, saling membantu dan saling mengurangi beban? BENAR! tapi itu jaman kapan? pernyataan itu sudah tidak layak lagi diaplikasikan di jaman sekarang, karena banyaknya pergeseran-pergeseran ilmu, moral, paradigma dll. 

Okay kita bisa bilang kalau teman curhat itu asik dan menguntungkan. Iya kalau dua arah, kalau searah? maksudnya searah adalah kita melulu yang curhat dan seakan-akan dia tidak pernah curhat ketika tidak kita tanya. Lalu masalah apa dengan hal ini? pemikiranku adalah ketika terjadi komunikasi teman yang semacam ini, bisa beresiko. 

Resiko apa? ah kamu paranoid! waw anda orang yang sangat bersosialisasi kah sehingga dapat mempercayai orang lain sedemikian rupa. Aku katakan beresiko karena kita perlu waspada. Waspada ketika teman yang kita ajak bicara tersebut aslinya butuh curhatan kita atau tidak, benar-benar menyukai bercerita dengan kita atau tidak. Dengan tidak adanya timbal balik cerita yang jelas dengan kata lain orang tersebut sebenarnya bukan teman curhat yang baik karena ada potensi menjual omongan curhat ktia ke orang lain di kumpulannya.

Kita juga perlu waspada terhadap orang yang tiba-tiba sangat peduli dengan kita misal bertanya kam kenapa sih ayo cerita. Kalimat "ayo ceritain" itu menjadi pemicu tersendiri buatku karena orang tersebut tidak benar-benar peduli atau hanya penasaran dengan kata lain KEPO (knowing every particular object). Ketika intinya ebrtanya cuman untuk hal penasaran kemudian kembali lagi ke potensi sebelumnya. mau? aku sih tidak. 



Oleh sebab itu aku memulai postingan ini berencana sekedar untuk menjadi orang lain di sini. Aku selalu melakukannya di buku harianku, tetapi karena aku berpikir akan terus membeli buku harian, mengapa tidak berpindah ke digital yang milikku sendiri. Aku bukan seorang blogger yang Newbie, aku beberapa kali menangani blog milik orang lain dalam hal jasa, akan tetapi di sini aku sangat ingin menjadi diriku sendiri. Tidak bermaksud kontradiktif terhadap pernyataanku di atas yang ingin menjadi orang lain di Internet, tetapi menjadi diri sendiri dengan Blog yang diperuntukkan bagi diri sendiri dengan style diri sendiri dan kemauan diri sendiri tanpa mengejar tujuan Adsense, Adword, Template SEO friendly dll, karena itu hanya permintaan pasar. 

Sekian dari saya, ketika anda menemukan tulisan saya ini mungkin anda orang yang serupa dengan saya mari kita berkawan dengan menuliskan komentar.

Salam.


31 comments

  1. wah terharu gan ane bacanya ,,,,,,,

    ReplyDelete
  2. ni buku harian yg dijadiin blog ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. well, tidak murni buku harian dong masa nanti aku suka cowo A aku bahas hehe ^^
      pantengin terus dan terima kasih udah mampir

      Delete
  3. Replies
    1. kamsia sudah mampir ke blog pribadi ini yah ^^
      pasti semangat kan sudah disemangatin *aih

      Delete
  4. Penulisannya bagus, semoga terus berkembang dan semakin banyak cerita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah terima kasih sekali :)
      klik follow agar ngerti cerita-ceritaku selanjutnya

      Delete
  5. ane klo lagi down pasti malah cerita kesahabat, BTW salam kenal ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku kalau down, cerita ke sahabat tapi aku karang seolah-olah itu orang lain yang aku ceritakan bukan aku sendiri
      salam kenal kembali

      Delete
  6. jadi diri sendiri memang baik gann :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasti dong, artikel tertulis untuk menjadi diri sendiri juga

      Delete
  7. mantab karyanya, semoga bisa teerus berkembang, selalu semangat gan...

    ReplyDelete
  8. Seru ceritanya gan, sampai terharu saya.

    ReplyDelete
  9. wah dalam and tegas banget.....tersurat jelas bagaimana perasaan anda sebagia penulis blog ini. and ane stuju bangt, sudah bnyak yang berubah dalam kasus curhat - curhatan. terlalu banyak curhat ke teman apalagi yg sifatnya pribadi sama kayak gali lubang untuk sendiri atau menunjukkan kelemahan kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. musuh yang paling dekat dengan kita itu teman
      justru saya harus pasang kuda-kuda antisiSAPI buat ngadepin hal gituan :)

      Delete


Top